Duabelas Ladang

2016/09/04

Dongeng dan Vladimir Propp

Dunia ini, panggung sandiwara, ceritanya mudah dibaca... itulah penggalan lagu Panggung Sandiwara yang dipopulerkan oleh Ahmad Albar. Heheheh jadul bener ya... tapi bukan Mas Kribonya yang pengen saya bahas, tapi perkataan bahwa setiap cerita sangat mudah dibaca. Nggak percaya? eittt tunggu dulu. Ini beneran ilmiah lho. Sebetulnya secara nggak sengaja saya mendapatkan pengetahuan ini dari pelajaran Advanced Media Communication. Salah satu teman saya mempresentasikan bagaimana teori struktualisme dari Vladimir Propp ini diterapkan pada saat kini dalam membandingkan anime klasik dan anime pop.



Dalam bukunya Morphology of the fairytales yang ditulis tahun 1928,Vladimir Propp mengemukakan bahwa seluruh dongeng (Eropa) yang pernah ditulis mempunyai persamaan struktur narasi dan fungsi karakter. Masing-masing karakter mempunyai fungsi narasi tersendiri yang membangun struktur jalan cerita. Dan ternyata teori beliau masih tetap relevan sampe sekarang dan masih dipergunakan untuk membandingkan dan membuat skenario film, cerpen, bahkan buku cerita anak-anak.



Karakter dasar dari sebuah cerita/ dongeng menurut Propp terbagi atas :

1. The villain —Karakter jahat yang menyebabkab kesultian untuk si jagoan.
2. The dispatcher —Karakter yang meminta bantuan jagoan untuk melakukan misinya.
3. The helper — Karakter yang membantu jagoan menjalan misi.
4. The princess or prize, and often her father — Sang Jagoan pada akhir misinya biasanya mendapatkan putri atau hadiah atas perjuangannya mengalahkan si jahat.
5. The donor —Karakter yang membantu jagoan dengan memberikan sesuatu, misalnya kekuatan, sihir, peralatan untuk menjalankan misi.
6.The hero — Si Jagoan, karakter yang menjalankan misi, mengalahkan jagoan dan menikahi sang putri.
7.The false hero — Tokoh yang mendompleng ketenarang sang jagoan dan berusaha mengambil putri dan hadiah untuk dirinya sendiri.
8. The Father. Biasanya ayah dari princess

Selain itu ada 31 narrateme (unit naratif) yang membangun jalannya cerita yang terbagi dalam tabel seperti ini :



1. ABSENTATION
2. INTERDICTION
3. VIOLATION of INTERDICTION.
4. RECONNAISSANCE
5. DELIVERY
6. TRICKERY
7. COMPLICITY
8. VILLAINY or LACKING
9. MEDIATION

10. BEGINNING COUNTER-ACTION
12.FIRST FUNCTION OF THE DONOR
13. HERO'S REACTION
14. RECEIPT OF A MAGICAL AGENT:
15. GUIDANCE
16. STRUGGLE
17. BRANDING
18. VICTORY
19. LIQUIDATION

20. RETURN
21. PURSUIT
22. RESCUE
23.DIFFICULT TASK
26. SOLUTION
27. RECOGNITION
28. EXPOSURE
29.TRANSFIGURATION
30. PUNISHMENT.
31. WEDDING.

8 karakter utama yang dikemukakan oleh Propp biasanya dijadikan dasar untuk menilai ataupun membandingkan cerita/ skenario. Kali ini saya iseng saja membandingkan skenario Shrek, Ramayana dan The Heirsnya Le Min Ho.

                             Shrek                    Ramayana    The Heirs
The Hero             Shrek                        Rama          Kim Tan
The False Hero    Prince Charming             -            Kim Won, Young Do
The Villain Lord    Farraquard              Rahwana     Jung dong Hwan
The Dispatcher    -                                -                 Kim Sung-ryung
The Donor           The Muffin Man         Hanoman                -
The Princess        Fiona                       Sinta            Eun Sang
The Father          Bapaknya Fiona          Janaka      Kim Mi Kyung (ibunya)
The Helper          Donkey                    Lesmana      Kang Ha Neul

Masih nggak percaya? yuk coba bandingkan film korea, film hollywod ataupun sinetron GGS. bikin tabel nya dan voila..... pasti Bapak Propp bener kan. Minat...ayo mulai dipraktekkan.....

Teori Propp juga digunakan untuk membangun sebuah alur cerita. Dalam membangun jalan cerita kita dapat memilah-memilah tokoh dan fungsi narasi yang diinginkan seperti langkah diatas. Nah kalo soal keseruan, resep dan bumbunya ada ditangan masing-masing. Teori Propp hanya menyediakan bahan dasarnya saja, cara pengolahan dikembalikan kepada sang koki...sang masterchef.

Nah kalo udah jagoan, bisa menggunakan tabel periodik dibawah ini untuk membantu penulisan lebih seru lagi lho.





  


  • Posted by Junita Siregar at 09:47Comments(20)Serba-serbi Kampus

    2016/08/30

    Dan musim panas pun usailah....

    Hari ini ada perasaan melow yang tiba-tiba hadir gegara liburan musim panas yang berakhir. Saatnya memasuki musim baru, semester baru dan kesibukan baru. Sudah terbayang musim gugur yang akan tiba tapi saya belum bisa move on dari saat musim panas yang bakal berakhir. Di musim panas inilah bayangan ideal tentang piknik, bertualang, bersepeda ataupun kegiatan indoor yang cuman saya lihat di film-film bisa saya rasakan. Musim panas adalah musim dimana segala kegiatan dilakukan di luar rumah, termasuk ngadem di pertokoan-pertokoan hehehehhe. Panas disini beneran panas... suhu bisa mencapai 40 derajat selsius ditambah mati angin. Kalo tinggal di dalam rumah rasanya bagai kue kering lebaran dalam oven. tangkring. Mungkin karena itu musim panas identik dengan yukata (sejenis kimono musim panas), kipas angin (manual ataupun elektrik), santay di pantay, mugicha (barley tea), kakigori (es serut), hanabi (pesta kembang api), dan barbeque yang semuanya elemen dari anti-panas, baik dalam maupun luar. Nah, inilah yang bikin saya baper... soalnya baru tahun depan ketemu lagi yang kayak gini nih.....

    1. Musim panas itu foto pagi dan sorenya selalu fotogenik, tapi tidak pas siangnya. Sinarnya yang terlalu berlebihan sangat tidak bersahabat dengan lensa.
    Sore di Hamamatsu Jo


    Nah kalo ini pagi hari selepas shubuh. Pas golden time dengan warna langitnya biru keunguan gitu deh.
    pagi-pagi depan Kaikan

    mengejar matahari


    2. Karena siangnya panas edun, yang wajib disantap itu Kakigori dan Ice cream....

    rasa-rasa ajaib yang cuman ada di Jepang
    hagendasz

    Es krim international dengan kearifan lokal....
    ubi ungu

    Nggak ada kaki sapi, kakigori juga boleh lah


    3. Ngadem di laut lebih asik daripada berjemur di pantai





    4. Nonton hanabi nggak ada habis-habisnya sambil merhatiin orang pake yukata








    5. Barbeque dan piknik



    Tuh kan bener...beluim selesai aja nulisnya udah baper..... kangen sama si natsu yasumi (libur musim panas). Oke deh, daku mo sabar aja nungguin kamu natsu, sambil mo ngelewatin musim selanjutnya yang nggak kalah cantik juga.. Aki (musim gugur). Kalo temen-temen suka sama musim apa? jangan bilang musim duren yah...soalnya disini nggak ada. Jikalaupun ada... kantongku tak bersahabat hehehehehheheh

      


  • Posted by Junita Siregar at 20:25Comments(11)JapanLifestyle